MAKALAH ETIKA BISNIS
MAKALAH ETIKA BISNIS
KATA PENGANTAR
Puji syukur Saya panjatkan
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, berkat-Nya, Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Etika
Bisnis”.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Etika
Bisnis. Penulis berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan pembaca serta penulis. Penulis megucapkan terima
kasih kepada Ibu Nurul Khotimah selaku dosen mata kuliah Etika bisnis.
Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dalam menjalankan bisnis bersama dengan stakeholder, perusahaan harus memastikan hubungan yang terjalin di antaranya selalu baik. Solusi dari masalah tersebut adalah menerapkan prinsip etika berbisnis dalam perusahaan.
Etika dan integritas
merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Terjadinya
etika bisnis yang tidak sehat dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakkan
kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Kejujuran yang
ekstrim, kemampuan untuk menganalisis batas-batas kompetisi seseorang,
kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Kompetisi inilah
yang harus memanas belakangan ini. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa
mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak
yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Padahal, perdagangan dunia yang
lebih bebas di masa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih
bebas.
Dari sudut pandang
etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk akan tetapi secara moral keuntungan
merupakan hal yang baik dan diterima. Karena pertama, secara moral keuntungan
memungkinkan perusahaan bertahan (survive) dalam kegiatan bisnisnya. Kedua,
tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan
modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang
produktif dalam memacu pertumbuhsn ekonomi. Ketiga, keuntungan tidak hanya
memungkinkan perusahaan survive melainkan dapat menghidupi karyawannya kearah
tinggat hidup lebih baik. Keuntungan dapat dipergunakan sebagai pengembangan
(expansi) perusahaan sehingga hal itu akan membuka lapangan kerja baru. Terjun
kedunia bisnis berarti siap untuk bertempur habishabisan dengan sasaran akhir
yakni meraih keuntungan, bahkan keuntungan sebesar-besarnya secara konstan. Ini
lebih berlaku lagi dalam bisnis global yang mengandalkan persaingan ketat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Etika Secara Umum
Secara bahasa kata
‘etika’ lahir dari bahasa Yunani ethos yang
artinya tampak dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif
objeknya adalah perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Pengertian etika
secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam
lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait tingkah
laku yang dianggap benar.
Sedangkan pengertian
etika secara umum adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa
digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan
dan tingkah laku. Penerapan norma ini sangat erat kaitannya dengan sifat baik
dan buruknya individu di dalam bermasyarakat.
Berikut ini terdapat beberapa peranan etika, terdiri
atas:
- norma
hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu,
- norma
hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah
hukum,
- norma
hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari,
- etika
mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan da
prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat,
- asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.
Manfaat Etika
Berikut ini terdapat beberapa manfaat etika, terdiri
atas:
- mengajak
orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom,
- mengarahkan
perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan
sejahtera.
Jenis-Jenis
Etika
Berikut ini terdapat beberapa
jenis-jenis etika, terdiri atas:
- Etika
Deskriptif
Etika yang menelaah secara kritis
dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh
setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika
deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai
nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan
realitas yang membudaya.
- Etika
Normatif
Etika yang menetapkan berbagai sikap
dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang
seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup
ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia
bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan
kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.
Dari berbagai pembahasan definisi
tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis
definisi, yaitu sebagai berikut:
- Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus
membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
- Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang
membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama.
Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma,
karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu
yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
- Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.
- Etika
Umum
Etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teoriteori.
- Etika
Khusus
Etika khusu merupakan penerapan
prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini
bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang
kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori
dan prinsip-prinsip moral dasar.
Etika khusus dibagi menjadi dua
bagian, yaitu:
- Etika
individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya
sendiri.
- Etika
sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku
manusia sebagai anggota umat manusia.
2.2 Bisnis dan
Etika Bisnis
Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.
Etika
bisnis adalah segala sesuatu tentang pedoman norma bagi sebuah perusahaan dalam
mengambil keputusan. Dengan terjaganya hubungan baik antara perusahaan dan
stakeholder melalui implementasi prinsip etika, potensi usaha untuk berkembang
juga semakin terjamin.
Tujuan utama dalam berbisnis adalah
mendapatkan keuntungan secara finansial. Namun, bukan berarti sebuah perusahaan
boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Nah, untuk
itulah dibutuhkan etika dalam berbisnis.
Etika bisnis dapat diartikan sebagai peraturan tidak
tertulis sebagai landasan norma dan perilaku yang harus dipatuhi oleh seluruh
lapisan dalam perusahaan. Dengan menjalankan etika bisnis yang baik, sebuah perusahaan bisa mendapat
nilai dan kepercayaan lebih dari masyarakat, negara, dan bahkan kompetitornya.
Pentingnya
Menerapkan Etika dalam Bisnis dan Keseharian
Etika bisnis
memberikan banyak manfaat positif dalam jangka waktu pendek dan panjang bagi
perusahaan. Kalau Anda sudah terbiasa menerapkan etika dalam keseharian, tentu
tidak sulit untuk menerapkannya dalam berbisnis. Kuncinya adalah jangan sampai
kegiatan bisnis Anda mengganggu kegiatan bisnis lain.
2.3 Faktor
Pendukung Penerapan Etika Bisnis
Ada beberapa faktor pendukung dalam penerapan etika bisnis,
yaitu :
1.
Adanya kepedulian terhadap mutu
kehidupan kerja oleh manajer atau peningkatan “Quality of Word Life”.
2.
Adanya “Trust Crisis” dari publik kepada perusahaan.
3.
Mulai diterapkan Punishment yang tegas terhadap
skandal bisnis oleh pengadilan.
4.
Adanya peningkatan kekuatan control
dari LSM.
5.
Tumbuhnya kekuatan Publisitas oleh
media.
2.4 Prinsip-Prinsip Etika Bisnis
1. Prinsip Kejujuran
Kejujuran menjadi hal penting dan bisa sangat
berpengaruh pada kepercayaan. Bisa dikatakan bahwa kejujuran menjadi salah satu
kunci yang harus digunakan kalau bisnis Anda ingin sukses. Pada tingkat
persaingan yang makin keras ini justru pengusaha harus mampu mempertahankan
konsumennya melalui kejujuran.
Contohnya kejujuran mengenai kualitas produk yang
ditawarkan kepada konsumen. Dengan harga baku yang makin mahal sebaiknya
perusahaan menaikan harga jual daripada mengurangi mutunya. Kualitas yang
menurun akan membuat konsumen atau pelanggan kecewa dan meninggalkan Anda.
2. Prinsip Integritas Moral
Penerapan integritas moral ini harus dilakukan
kepada seluruh lapisan yang ada di perusahaan. Integritas yang tinggi membuat
kepercayaan masyarakat bertambah begitu juga sebaliknya kalau ada satu atau
beberapa orang dari perusahaan Anda yang melakukan hal yang bertentangan dengan
moral maka semua bagian dalam perusahaan akan terkena imbas buruknya.
3. Prinsip Kesetiaan
Yang dimaksud dengan prinsip kesetiaan adalah bahwa
seluruh elemen dalam perusahaan baik bawahan hingga atasan tidak seharusnya
mencampuradukan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Dengan begitu maka semua
orang di dalam manajemen bisa melakukan pekerjaan secara serius dan fokus
supaya visi dan misi perusahaan bisa tercapai.
4. Prinsip Otonomi
Prinsip otonomi dalam etika berbisnis ini terkait
erat dengan kemampuan seseorang untuk bisa mengambil keputusan serta tindakan
yang semestinya. Seorang pengusaha haruslah memiliki sikap yang tegas dalam
membuat semua keputusan dengan kesadaran yang penuh sesuai dengan kewajibannya.
Prinsip otonomi tersebut pastinya tidak boleh
bertentangan dengan nilai moral dan norma yang berlaku di dalam kehidupan
masyarakat. Pengusaha harus bisa meninggalkan semua hal dan menghindari membuat
keputusan yang bertentangan dengan nilai moral.
Keputusan dan tindakan yang tidak sesuai dengan
nilai dan norma yang berlaku hanya akan menambah risiko pada perusahaan Anda
karena berpotensi ditinggalkan oleh mitra bisnis ataupun pelanggan.
5. Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan ini berhubungan erat dengan hak
untuk diperlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan tidak
boleh bertindak diskriminatif kepada pihak-pihak yang berkonstribusi serta
terlibat dalam aktivitas usahanya.
Jika prinsip keadilan ini bisa berjalan dengan baik
maka dampaknya sangat bagus bagi perusahaan. Keadilan yang dirasakan oleh semua
elemen akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan
perusahaan.
2.5 Faktor Yang
Mempengaruhi Etika Manajerial
Faktor-faktor
yang mempengaruhi Etika Manajerial
1. Leadership
Kepemimpinan
yang beretika menggabungkan antara pengambilan keputusan yang beretika dan
perilaku yang beretika. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah
membuat keputusan yang beretika dan berperilaku yang beretika pula. Ada
beberapa hal yang harus dilakukang oleh seorang pemimpin yang beretika yaitu :
- Mereka berperilaku sedemikian
rupa sehingga sejalan dengan tujuannya dan organisasi.
- Mereka berlaku sedemikian rupa
sehingga secara pribadi, dia merasa bangga akan perilakunya.
- Mereka berperilaku dengan sabar
dan penuh keyakinan akan keputusan yang diambilnya dan dirinya sendiri.
- Mereka berperilaku dengan
teguh. Ini berarti berperilaku secara etika sepanjang waktu, bukan hanya
bila dia merasa nyaman untuk melakukannya.
- Seorang pemimpin etika, menurut
Blanchard dan peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan
mencapai apa yang dicita-citakannya.
- Mereka berperilaku secara
konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Dengan kata lain dia tetap
menjaga perspektif
- Strategi
dan performasi
Fungsi
yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi
tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan
perusahaa terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya
berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan
besar untuk menyelaraskan target yang ingin dicapai perusahaannya dengan
standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi perusahaan yang disebut
excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakan-kebijakan perusahaan guna
mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.
- Karakter
individu
Perjalanan
hidup suatu perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam
menjalankan fungsi-fungsinya dalam perusahaan tersebut. Perilaku para individu
ini tentu akan sangat mempengaruhi pada tindakan-tindakan mereka ditempat kerja
atau dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Ada beberapa faktor yang
mempengaruhi karakter individu Faktor –faktor tersebut yangpertama adalah
pengaruh budaya, pengaruh budaya ini adalah pengaruh nilai-nilai yang dianut
dalam keluarganya. Faktor yang kedua, perilaku ini akan dipengaruhi oleh
lingkunganya yang diciptakan di tempat kerjanya. Faktor
yang ketiga adalah berhubungan dengan lingkungan luar tempat dia
hidup berupa kondisi politik dan hukum, serta pengaruh–pengaruh perubahan
ekonomi. Kesemua faktor ini juga akan terkait dengan status individu tersebut
yang akan melekat pada diri individu tersebut yang terwujud dari tingkah
lakunya.
- Budaya
perusahaan
Menurut
Mangkunegara, (2005:113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau
sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang
dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah
adaptasi eksternal dan integrasi internal. Budaya organisasi juga berkaitan
dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik
budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai
karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap deskriptif,
bukan seperti kepuasan kerja yang lebih
bersifat evaluatif.
Komentar
Posting Komentar