MAKALAH ETIKA BISNIS

 

MAKALAH ETIKA BISNIS

 



 

NAMA : Therecia Kintamani

NPM : 16219335

KELAS : 3EA08 

 

 

  

KATA PENGANTAR

Puji syukur Saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, berkat-Nya, Penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Etika Bisnis”.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Etika Bisnis. Penulis berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan pembaca serta penulis. Penulis megucapkan terima kasih kepada Ibu Nurul Khotimah selaku dosen mata kuliah Etika bisnis.

Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran yang membangun untuk perbaikan makalah ini.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Dalam menjalankan bisnis bersama dengan stakeholder, perusahaan harus memastikan hubungan yang terjalin di antaranya selalu baik. Solusi dari masalah tersebut adalah menerapkan prinsip etika berbisnis dalam perusahaan.

Etika dan integritas merupakan suatu keinginan yang murni dalam membantu orang lain. Terjadinya etika bisnis yang tidak sehat dalam dunia bisnis tampaknya tidak menampakkan kecenderungan tetapi sebaliknya, makin hari semakin meningkat. Kejujuran yang ekstrim, kemampuan untuk menganalisis batas-batas kompetisi seseorang, kemampuan untuk mengakui kesalahan dan belajar dari kegagalan. Kompetisi inilah yang harus memanas belakangan ini. Kata itu mengisyaratkan sebuah konsep bahwa mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya. Banyak yang mengatakan kompetisi lambang ketamakan. Padahal, perdagangan dunia yang lebih bebas di masa mendatang justru mempromosikan kompetisi yang juga lebih bebas.

Dari sudut pandang etika, keuntungan bukanlah hal yang buruk akan tetapi secara moral keuntungan merupakan hal yang baik dan diterima. Karena pertama, secara moral keuntungan memungkinkan perusahaan bertahan (survive) dalam kegiatan bisnisnya. Kedua, tanpa memperoleh keuntungan tidak ada pemilik modal yang bersedia menanamkan modalnya, dan karena itu berarti tidak akan terjadi aktivitas ekonomi yang produktif dalam memacu pertumbuhsn ekonomi. Ketiga, keuntungan tidak hanya memungkinkan perusahaan survive melainkan dapat menghidupi karyawannya kearah tinggat hidup lebih baik. Keuntungan dapat dipergunakan sebagai pengembangan (expansi) perusahaan sehingga hal itu akan membuka lapangan kerja baru. Terjun kedunia bisnis berarti siap untuk bertempur habishabisan dengan sasaran akhir yakni meraih keuntungan, bahkan keuntungan sebesar-besarnya secara konstan. Ini lebih berlaku lagi dalam bisnis global yang mengandalkan persaingan ketat.

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Etika Secara Umum

Secara bahasa kata ‘etika’ lahir dari bahasa Yunani ethos yang artinya tampak dari suatu kebiasaan. Dalam hal ini yang menjadi perspektif objeknya adalah perbuatan, sikap, atau tindakan manusia. Pengertian etika secara khusus adalah ilmu tentang sikap dan kesusilaan suatu individu dalam lingkungan pergaulannya yang kental akan aturan dan prinsip terkait tingkah laku yang dianggap benar.

Sedangkan pengertian etika secara umum adalah aturan, norma, kaidah, ataupun tata cara yang biasa digunakan sebagai pedoman atau asas suatu individu dalam melakukan perbuatan dan tingkah laku. Penerapan norma ini sangat erat kaitannya dengan sifat baik dan buruknya individu di dalam bermasyarakat.

 

Berikut ini terdapat beberapa peranan etika, terdiri atas:

  1. norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu,
  2. norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum,
  3. norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari,
  4. etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan da prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat,
  5. asas legalitas harus tunduk pada asas moralitas.

Manfaat Etika

Berikut ini terdapat beberapa manfaat etika, terdiri atas:

  • mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom,
  • mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.

 

Jenis-Jenis Etika

Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis etika, terdiri atas:

  1. Etika Deskriptif

Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia, serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya, yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.

  1. Etika Normatif

Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi, yaitu sebagai berikut:

  • Jenis pertama, etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia.
  • Jenis kedua, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma, karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat, akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik.
  • Jenis ketiga, etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif, dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta, cukup informasi, menganjurkan dan merefleksikan. Definisi etika ini lebih bersifat informatif, direktif dan reflektif.
  1. Etika Umum

Etika yang berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teoriteori.

  1. Etika Khusus

Etika khusu merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.

Etika khusus dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
  • Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

 

2.2 Bisnis dan Etika Bisnis

Bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu dan sekelompok orang (organisasi) yang menciptakan nilai (create value) melalui penciptaan barang dan jasa (create of good and service) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh keuntungan melalui transaksi.

Etika bisnis adalah segala sesuatu tentang pedoman norma bagi sebuah perusahaan dalam mengambil keputusan. Dengan terjaganya hubungan baik antara perusahaan dan stakeholder melalui implementasi prinsip etika, potensi usaha untuk berkembang juga semakin terjamin.

Tujuan utama dalam berbisnis adalah mendapatkan keuntungan secara finansial. Namun, bukan berarti sebuah perusahaan boleh menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya tersebut. Nah, untuk itulah dibutuhkan etika dalam berbisnis. 

Etika bisnis dapat diartikan sebagai peraturan tidak tertulis sebagai landasan norma dan perilaku yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan dalam perusahaan. Dengan menjalankan etika bisnis yang baik, sebuah perusahaan bisa mendapat nilai dan kepercayaan lebih dari masyarakat, negara, dan bahkan kompetitornya. 

Pentingnya Menerapkan Etika dalam Bisnis dan Keseharian

Etika bisnis memberikan banyak manfaat positif dalam jangka waktu pendek dan panjang bagi perusahaan. Kalau Anda sudah terbiasa menerapkan etika dalam keseharian, tentu tidak sulit untuk menerapkannya dalam berbisnis. Kuncinya adalah jangan sampai kegiatan bisnis Anda mengganggu kegiatan bisnis lain.

 

2.3 Faktor Pendukung Penerapan Etika Bisnis

Ada beberapa faktor pendukung dalam penerapan etika bisnis, yaitu :

1.                  Adanya kepedulian terhadap mutu kehidupan kerja oleh manajer atau peningkatan “Quality of Word Life”.

2.                  Adanya “Trust Crisis” dari publik kepada perusahaan.

3.                  Mulai diterapkan Punishment yang tegas terhadap skandal bisnis oleh pengadilan.

4.                  Adanya peningkatan kekuatan control dari LSM.

5.                  Tumbuhnya kekuatan Publisitas oleh media.

 

2.4 Prinsip-Prinsip Etika Bisnis

1. Prinsip Kejujuran

Kejujuran menjadi hal penting dan bisa sangat berpengaruh pada kepercayaan. Bisa dikatakan bahwa kejujuran menjadi salah satu kunci yang harus digunakan kalau bisnis Anda ingin sukses. Pada tingkat persaingan yang makin keras ini justru pengusaha harus mampu mempertahankan konsumennya melalui kejujuran.

Contohnya kejujuran mengenai kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan harga baku yang makin mahal sebaiknya perusahaan menaikan harga jual daripada mengurangi mutunya. Kualitas yang menurun akan membuat konsumen atau pelanggan kecewa dan meninggalkan Anda.

2. Prinsip Integritas Moral

Penerapan integritas moral ini harus dilakukan kepada seluruh lapisan yang ada di perusahaan. Integritas yang tinggi membuat kepercayaan masyarakat bertambah begitu juga sebaliknya kalau ada satu atau beberapa orang dari perusahaan Anda yang melakukan hal yang bertentangan dengan moral maka semua bagian dalam perusahaan akan terkena imbas buruknya.

3. Prinsip Kesetiaan

Yang dimaksud dengan prinsip kesetiaan adalah bahwa seluruh elemen dalam perusahaan baik bawahan hingga atasan tidak seharusnya mencampuradukan urusan bisnis dengan urusan pribadi. Dengan begitu maka semua orang di dalam manajemen bisa melakukan pekerjaan secara serius dan fokus supaya visi dan misi perusahaan bisa tercapai.

 

4. Prinsip Otonomi

Prinsip otonomi dalam etika berbisnis ini terkait erat dengan kemampuan seseorang untuk bisa mengambil keputusan serta tindakan yang semestinya. Seorang pengusaha haruslah memiliki sikap yang tegas dalam membuat semua keputusan dengan kesadaran yang penuh sesuai dengan kewajibannya.

Prinsip otonomi tersebut pastinya tidak boleh bertentangan dengan nilai moral dan norma yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat. Pengusaha harus bisa meninggalkan semua hal dan menghindari membuat keputusan yang bertentangan dengan nilai moral. 

Keputusan dan tindakan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku hanya akan menambah risiko pada perusahaan Anda karena berpotensi ditinggalkan oleh mitra bisnis ataupun pelanggan. 

5. Prinsip Keadilan

Prinsip keadilan ini berhubungan erat dengan hak untuk diperlakukan sama sesuai dengan peraturan yang berlaku. Perusahaan tidak boleh bertindak diskriminatif kepada pihak-pihak yang berkonstribusi serta terlibat dalam aktivitas usahanya. 

Jika prinsip keadilan ini bisa berjalan dengan baik maka dampaknya sangat bagus bagi perusahaan. Keadilan yang dirasakan oleh semua elemen akan mendorong mereka untuk bekerja lebih keras demi keberhasilan perusahaan.

2.5 Faktor Yang Mempengaruhi Etika Manajerial

Faktor-faktor yang mempengaruhi Etika Manajerial


1.      Leadership

Kepemimpinan yang beretika menggabungkan antara pengambilan keputusan yang beretika dan perilaku yang beretika. Tanggung jawab utama dari seorang pemimpin adalah membuat keputusan yang beretika dan berperilaku yang beretika pula. Ada beberapa hal yang harus dilakukang oleh seorang pemimpin yang beretika yaitu :

  • Mereka berperilaku sedemikian rupa sehingga sejalan dengan tujuannya dan organisasi.
  • Mereka berlaku sedemikian rupa sehingga secara pribadi, dia merasa bangga akan perilakunya.
  • Mereka berperilaku dengan sabar dan penuh keyakinan akan keputusan yang diambilnya dan dirinya sendiri.
  • Mereka berperilaku dengan teguh. Ini berarti berperilaku secara etika sepanjang waktu, bukan hanya bila dia merasa nyaman untuk melakukannya.
  • Seorang pemimpin etika, menurut Blanchard dan peale, memiliki ketangguhan untuk tetap pada tujuan dan mencapai apa yang dicita-citakannya.
  • Mereka berperilaku secara konsisten dengan apa yang benar-benar penting. Dengan kata lain dia tetap menjaga perspektif
  1. Strategi dan performasi

Fungsi yang penting dari sebuah manajemen adalah untuk kreatif dalam menghadapi tingginya tingkat persaingan yang membuat perusahaannya mencapai tujuan perusahaa terutama dari sisi keuangan tanpa harus menodai aktivitas bisnisnya berbagai kompromi etika. Sebuah perusahaan yang jelek akan memiliki kesulitan besar untuk menyelaraskan target yang ingin dicapai perusahaannya dengan standar-standar etika. Karena keseluruhan strategi perusahaan yang disebut excellence harus bisa melaksanakan seluruh kebijakan-kebijakan perusahaan guna mencapai tujuan perusahaan dengan cara yang jujur.

  1. Karakter individu

Perjalanan hidup suatu perusahaan tidak lain adalah karena peran banyak individu dalam menjalankan fungsi-fungsinya dalam perusahaan tersebut. Perilaku para individu ini tentu akan sangat mempengaruhi pada tindakan-tindakan mereka ditempat kerja atau dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi karakter individu Faktor –faktor tersebut yangpertama adalah pengaruh budaya, pengaruh budaya ini adalah pengaruh nilai-nilai yang dianut dalam keluarganya. Faktor yang kedua, perilaku ini akan dipengaruhi oleh lingkunganya yang diciptakan di tempat kerjanya. Faktor yang ketiga adalah berhubungan dengan lingkungan luar tempat dia hidup berupa kondisi politik dan hukum, serta pengaruh–pengaruh perubahan ekonomi. Kesemua faktor ini juga akan terkait dengan status individu tersebut yang akan melekat pada diri individu tersebut yang terwujud dari tingkah lakunya.

  1. Budaya perusahaan

Menurut Mangkunegara, (2005:113), budaya organisasi adalah seperangkat asumsi atau sistem keyakinan, nilai-nilai dan norma yang dikembangkan dalam organisasi yang dijadikan pedoman tingkah laku bagi anggota-anggotanya untuk mengatasi masalah adaptasi eksternal dan integrasi internal. Budaya organisasi juga berkaitan dengan bagaimana karyawan memahami karakteristik budaya suatu organisasi, dan tidak terkait dengan apakah karyawan menyukai karakteristik itu atau tidak. Budaya organisasi adalah suatu sikap deskriptif, bukan seperti kepuasan kerja yang lebih bersifat evaluatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini