ILMU EKONOMI
ILMU EKONOMI
NAMA : Therecia Kintamani
NPM
: 16219335
KELAS : 2EA08
Dilansir dari buku Kamus Lengkap
Istilah Ekonomi (2020) karya Tim Panca Aksara, ilmu ekonomi adalah cabang dari ilmu sosial yang mempelajari usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan dengan
memanfaatkan sumber daya yang ada.
perkembangan ilmu ekonomi berawal pada
tahun 1776 yaitu setelah Adam Smith (seorang ahli ekonomi dari Inggris yang
dianggap sebagai “bapak ekonomi”) menerbitkan buku “An Inquiry into the Nature
and Causes of the Wealth of Nations”. Sebelum era
Adam Smith sudah banyak sekali pemikiran tentang ekonomi bahkan dalam lingkup
ekonomi makro yang membahas tentang perekonomi suatu Negara. Tapi sayangnya
pemikiran tersebut tidak dikemukakan secara sistematis, pembahasan terbatas
pada topic tertentu dan belum adanya analisis secara menyeluruh mengenai aspek
kegiatan perekonomian dalam suatu masyarakat. Keterbatasan tersebut membuat
analisis ilmu ekonomi masih dianggap sebagai cabang ilmu yang belum mampu
berdiri sendiri.
pertumbuhan ekonomi sendiri dimaknai
sebagai peningkatan nilai serta jumlah produksi barang dan layanan jasa yang
biasanya dihitung oleh suatu negara dalam kurun waktu tertentu. Ekonomi suatu
negara dapat dikatakan bertumbuh ketika kegiatan ekonomi masyarakatnya
berdampak langsung pada kenaikan produksi barang dan jasa. Aktivitas ini juga
turut menjadi faktor naiknya pendapatan nasional.
Secara umum analisis utama dalam ilmu
ekonomi dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu teori ekonomi mikro dan teori
ekonomi makro.
EKONOMI MIKRO
Berdasarkan buku Principle of
Microeconomics (2008) karya N Gregory Mankiw, ekonomi mikro adalah ilmu yang
membahas tentang peran individu pelaku ekonomi. Bagaimana rumah tangga dan
perusahaan membuat keputusan. Serta berinteraksi di dalam pasar tertentu.
Adapun pengertian dari beberapa ahli lainnya
sebagai berikut:
· Adam Smith
Ekonomi mikro merupakan subyek ekonomi
yang bersifat ekonomis rasional. Sehingga mengakibatkan pelaku ekonomi
mempertimbangkan hal rasional dalam mengambil keputusan.
· David Ricardo
Ekonomi mikro sebagai kondisi di mana para
pelaku ekonomi memiliki informasi mengenai seluk beluk sebuah pasar.
· Marshal dan Piqou
Ekonomi mikro adalah tingkat mobilitas
tinggi dalam pasar. Sehingga para pelaku ekonomi bisa beradaptasi dalam
perubahan pasar dengan cepat.
Terdapat beberapa tujuan ekonomi mikro, di antaranya:
Membuat analisis pada mekanisme pasar yang akan membentuk
harga relatif terbadap produk barang maupun jasa. Menganalisis kegagalan pasar
di saat memprodukai hasil yang efisien. Serta menjelaskan kondisi teoretis yang
diperlukan suatu pasar dengan persaingan sempurna.
EKONOMI MAKRO
adalah
studi tentang ekonomi secara keseluruhan. Ilmu ekonomi yang satu ini khusus
mempelajari ekonomi secara skala besar dan keseluruhan. Ekonomi makro sering
digunakan untuk menganalisa dan merancang target-target kebijaksanaan yang
berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi, inflasi, tenaga kerja dan keseimbangan
neraca pembayaran yang berkesinambungan.
Dikutip dari buku Konsep
Dasar Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi (2018) karya
Thamrin, ekonomi makro adalah sebuah ilmu ekonomi yang mempelajari perekonomian
sebuah negara secara komprehensif. Ekonomi jenis ini juga bisa menganalisis
tentang produsen secara keseluruhan serta konsumen dalam pengalokasian
pendapatan dalam membeli barang/jasa.
Ekonomi makro memiliki beberapa tujuan yang juga berdampak
untuk suatu negara. Setiap tujuan dimaksudkan untuk menyelesaikan permasalahan
yang timbul dalam suatu negara. Berikut beberapa tujuannya:
· Menciptakan Lapangan Pekerjaan
· Produksi dalam Negeri yang Tinggi
· Ekonomi yang Stabil
· Neraca Pembayaran Seimbang
· Pendapatan Penduduk yang Merata
Dalam perkembangannya, ada
sejumlah teori pertumbuhan
ekonomi yang dicetuskan para ahli. Teori-teori tersebut muncul untuk menjelaskan
siklus pertumbuhan sekaligus faktor yang berpengaruh langsung terhadap
peningkatan perekonomian nasional.
Secara garis besar,
perkembangan aliran pemikiran dalam ilmu ekonomi diawali oleh apa yang disebut
sebagai aliran klasik. Aliran yang terutama dipelopori oleh Adam Smith ini
menekankan adanya invisible hand dalam mengatur pembagian sumber daya, dan oleh
karenanya peran pemerintah menjadi sangat dibatasi karena akan mengganggu proses
ini.
·
Teori Klasik
Salah satu teori
pertumbuhan ekonomi tertua yang telah
ada sejak abad ke-18 adalah teori klasik. Adam Smith, tokoh terkemuka yang
kerap dikaitkan dengan teori ini memiliki anggapan bahwa perekonomian penduduk
dalam suatu negara akan dapat meraih titik tertinggi melalui sistem liberal.
Sistem tersebut terdiri dari dua unsur utama, yakni pertumbuhan penduduk dan
pertumbuhan output.
·
Teori Neoklasik
Teori
pertumbuhan ekonomi ini sebenarnya
merupakan perkembangan dari teori klasik yang telah lebih dulu diperkenalkan
oleh Adam Smith. Tokoh yang mengemukakannya adalah dua ekonom senior bernama
Robert Solow dan T. W. Swan. Oleh karena itu, teori ini dikenal pula sebagai
model pertumbuhan ekonomi Solow-Swan.
Aliran Neoklasik memusatkan teorinya
pada tiga faktor yang berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi, yakni modal, tenaga
kerja, dan perkembangan teknologi. Teori
ini meyakini bahwa peningkatan jumlah tenaga kerja dapat meningkatkan
pendapatan per kapita. Namun, tanpa adanya teknologi modern yang berkembang,
peningkatan tersebut tidak akan dapat memberikan hasil positif terhadap
pertumbuhan ekonomi secara nasional.
·
Teori Neokeynes
Dicetuskan oleh ahli ekonomi Roy F.
Harrod serta Evsey D. Domar, teori Neokeynes berpendapat jika pertumbuhan
ekonomi nasional dipengaruhi oleh modal, permintaan, dan investasi. Ketiganya
berperan penting dalam peningkatan produksi nasional suatu negara yang akan
berpengaruh pula pada peningkatan ekonomi di negara tersebut. Hal ini dapat
berlangsung dalam jangka waktu pendek maupun menengah.
·
Teori
Ekonomi Baru
Dikenal pula dengan istilah model
pertumbuhan endogen, teori pertumbuhan Ekonomi Baru dikembangkan
oleh Robert Lucas dan Paul Romer. Teori ini memusatkan siklusnya pada sumber
daya manusia yang menjadi modal utama peningkatan produksi dan ekonomi
nasional.
·
Teori
Historis
teori mengenai
pertumbuhan ekonomi suatu wilayah yang menitik beratkan pada aspek
kesejarahan serta aspek step-by-step dari pertumbuhan suatu wilayah. Sebagai salah satu
teori ekonomi populer, teori historis dikembangkan oleh sejumlah ahli ekonomi
yang memiliki pandangan berbeda-beda, tetapi sama-sama berpusat pada kegiatan
ekonomi masyarakat. Beberapa ahli yang terkenal sebagai pengembang teori
pertumbuhan ekonomi ini adalah Karl Bucher, Werner Sombart, dan Frederich List.
Tujuan
Ilmu Ekonomi.
Ilmu ekonomi yang merupakan bagian dari ilmu
sosial, tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan dengan ilmu sosial yang
lain seperti sosiologi, antropologi, psikologi, ilmu politik, dan lain-lain.
Ilmu ekonomi selain mengkaji tentang aspek ekonomi dan perilaku manusia, juga
mengkaji tentang peristiwa-peristiwa ekonomi yang terjadi dalam masyarakat.
Oleh
karenanya tujuan dari ilmu ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut :
· memperbaiki cara berfikir yang membantu pengambilan keputusan.
· membangun suatu kondisi yang kondusif bagi kemajuan perekonomian.
· membantu memahami masalah-masalah ekonomi masyarakat dalam lingkup lokal maupun global.
· melatih seseorang dalam mengatur dan mengelola sumber perekonomian dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarganya.
· mengambil keuntungan dari semua peristiwa yang terjadi dalam suatu tindak perekonomian untuk dijadikan sebagai sebuah landasan.
Manfaat
Ilmu Ekonomi.
· membantu manusia dalam memahami pola perilaku ekonomi suatu masyarakat.
· meningkatkan kepekaan manusia terhadap ekonomi secara nasional maupun global.
· memberikan masukan dalam pengambilan keputusan terhadap tindakan-tindakan ekonomi.
· membantu memberikan pengertian tentang potensi dan keterbatasan suatu kebijakan ekonomi.

Komentar
Posting Komentar