Puisi - Seribu Kertas Putih
Apa yang sedang di pikirkan?
Pantai yang sunyi dengan ombak gemuruh yang mengajakmu berenang?
Pasir putih yang mendengar bisikan perasaanmu?
Atau, berdua denganku ditengah lautan lalu tenggelam?
Apa yang sedang kamu inginkan?
Mendengar kata-kata yang membahagiakan?
Atau didengarkan sebagai kalimat panjang yang tak mengenal usia?
Apa kau takut menua?
Apa kau takut kerutan didahi itu muncul?
Apa kau takut angka akan mengajakmu kembali mundur sekaligus melangkah kemasa depan?
Sayangku, apa kabarmu hari ini?
Pagi menjelma warna hitam yang membutakan tata surya
Malam menjelma siang yang mewarnai senja yang tak lagi jingga
Dan aku, aku ini apa?
Aku bukan penyair
Aku bukan puisi
Aku bukan kata-kata
Aku bukan buku sejarah
Ini mengapa aku mencintaimu lebih dari apapun yang pernah di ciptakan di dalan inti bumi karena kau berbisik "kau adalah bahasaku"
Pantai yang sunyi dengan ombak gemuruh yang mengajakmu berenang?
Pasir putih yang mendengar bisikan perasaanmu?
Atau, berdua denganku ditengah lautan lalu tenggelam?
Apa yang sedang kamu inginkan?
Mendengar kata-kata yang membahagiakan?
Atau didengarkan sebagai kalimat panjang yang tak mengenal usia?
Apa kau takut menua?
Apa kau takut kerutan didahi itu muncul?
Apa kau takut angka akan mengajakmu kembali mundur sekaligus melangkah kemasa depan?
Sayangku, apa kabarmu hari ini?
Pagi menjelma warna hitam yang membutakan tata surya
Malam menjelma siang yang mewarnai senja yang tak lagi jingga
Dan aku, aku ini apa?
Aku bukan penyair
Aku bukan puisi
Aku bukan kata-kata
Aku bukan buku sejarah
Ini mengapa aku mencintaimu lebih dari apapun yang pernah di ciptakan di dalan inti bumi karena kau berbisik "kau adalah bahasaku"
Komentar
Posting Komentar